GEDUNG BARU KAMPUS II STAI AL UTSMANI SEGERA DIRESMIKAN (Jawab Lonjakan Mahasiswa, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Islam di Bondowoso)
![]() |
| Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Utsmani Bondowoso |
BACADOLOE.COM, BONDOWOSO — Pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren terus dilakukan STAI AL UTSMANI. Setelah beberapa tahun mengalami peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan, STAI AL UTSMANI kini bersiap meresmikan Gedung Baru Kampus II yang berlokasi di Desa Pucang Anom, Bondowoso.
Keseriusan pengembangan tersebut terlihat dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) usai sholat Ashar. Ketua Umum Yayasan Ponpes Miftahul Hasan Al Utsmani KH. Faqih Subhan bersama Kepala SMK Miftahul Hasan Pucang Anom Lora H. Abdul Majid berdiskusi langsung dengan Ketua Senat STAI AL UTSMANI, Dr. Ubaidillah Afief, terkait kesiapan penggunaan Kampus II.
Pertemuan berlangsung hangat namun penuh keseriusan. Sejumlah pembahasan strategis mengenai ruang kelas, fasilitas akademik, kantor dosen, sistem pelayanan hingga penguatan sarana pembelajaran menjadi fokus utama. Kampus II diharapkan segera berbenah agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih maksimal kepada masyarakat.
Keberadaan Kampus II dinilai menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan akses pendidikan tinggi Islam di Bondowoso dan sekitarnya. Selama beberapa tahun terakhir, Kampus Utama STAI AL UTSMANI di Dusun Beddian mengalami lonjakan jumlah mahasiswa yang cukup tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang perkuliahan dan fasilitas penunjang akademik.
Dorongan masyarakat agar segera dibuka ruang belajar baru terus mengalir. Aspirasi itu kemudian dijawab melalui pengembangan Kampus II yang berada di kawasan strategis Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al Utsmani Pucang Anom.
Gagasan pengembangan tersebut sejatinya telah dirintis sejak 2024 atas dorongan kuat dari KH. Ghazali Utsman. Menurut beliau, keterbatasan lahan di kawasan Beddian mengharuskan lembaga melakukan langkah visioner agar proses pendidikan tetap berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
KH. Ghazali Utsman berharap Kampus II tidak hanya hadir sebagai bangunan fisik semata, tetapi juga menjadi pusat lahirnya generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam spiritualitas, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas pesantren.
“Pendidikan harus terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Kampus ini diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat pengabdian,” demikian harapan beliau.
Sementara itu, KH. Faqih Subhan menyampaikan rasa syukur atas progres pengembangan Kampus II yang dinilai sebagai bagian dari ikhtiar besar yayasan dalam memperluas manfaat pendidikan.
Menurutnya, keberadaan ruang kelas baru merupakan langkah nyata menghadirkan pendidikan yang lebih dekat, lebih mudah dijangkau, dan lebih representatif bagi masyarakat.
“Kami ingin kampus ini menjadi rumah besar bagi anak-anak muda untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi. Pendidikan harus hadir memberi harapan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi agar tercipta ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Kolaborasi tersebut diyakini mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan moralitas.
Di sisi lain, Dr. Ubaidillah Afief menilai keberadaan Kampus II menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam di daerah.
Menurutnya, kampus bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang pembentukan peradaban dan masa depan generasi muda.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat membangun peradaban. Dengan adanya Kampus II ini, kami optimistis STAI AL UTSMANI akan semakin berkembang, semakin dekat dengan masyarakat, dan mampu mencetak lulusan yang unggul secara intelektual maupun spiritual,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengembangan kampus merupakan bagian dari tanggung jawab moral lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ke depan, pihak kampus dan yayasan akan terus melakukan koordinasi untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang dosen, sistem administrasi pelayanan, hingga sarana pembelajaran modern. Pembenahan tersebut dilakukan agar Kampus II mampu tumbuh sebagai pusat pendidikan tinggi yang nyaman, adaptif, dan berdaya saing.
Dengan dukungan yayasan, antusiasme masyarakat, serta semangat kolaborasi seluruh civitas akademika, Kampus II STAI AL UTSMANI di Pucang Anom diharapkan menjadi simbol kemajuan pendidikan Islam di Bondowoso. Bukan hanya menghadirkan gedung baru, tetapi juga membuka harapan baru bagi lahirnya generasi masa depan yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk bangsa dan agama. (*)
.jpg)