2 Pondok Pesantren Tertua Di Bondowoso Jawa Timur, Usianya Hampir 500 Tahun

Potret Pondok Pesantren kuno zaman dulu tempat belajar para santri


Bacadoloe.com - Pesantren di Jawa Timur memang bisa dibilang sangat banyak. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah bahwa Pulau Jawa merupakan tempat persinggahan para Gujarati yang menyebarkan agama Islam. Oleh karena itu, Pondok Pesantren tertua banyak berasal dari Jawa Timur. 

Tidak heran, jika menurut data Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI) mencatat sebanyak 9000 lebih Pesantren berada di Pulau Jawa, dan Jawa Timur tercatat lebih 3000 Pesantren. Bahkan Pondok Pesantren tertua juga banyak berasal dari Jawa Timur. 

Kabupaten Bondowoso berada di Provinsi Jawa Timur dan satu-satunya kabupaten yang terkurung daratan atau tidak mempunyai garis pantai di wilayah Tapal Kuda. Sama seperti daerah lainnya, kabupaten ini juga mempunyai banyak sekali Pondok Pesantren untuk memperdalam ilmu agama. 

Terdapat 23 kecamatan yang meliputi 10 kelurahan, dan 209 desa di Kabupaten Bondowoso. Persebaran pondok pesantren hampir merata di setiap kecamatan di kabupaten ini.

Terdapat sekitar 160 lebih daftar Pondok Pesantren di Kabupaten Bondowoso, yang sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan dan dataran tinggi ini.

Berikut 2 Pondok Pesantren tertua yang berasal dari Bondowoso Jawa Timur. 

1. Pondok Pesantren Nurul Kholil Poncogati

Dari berbagai Pondok Pesantren tertua dan kuno yang ada di Indonesia, salah satunya terletak di Kabupaten Bondowoso Provinsi Jawa Timur. Pesantren tersebut adalah Nurul Kholil Poncogati, atau dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Pondok Pesantren Jhegeteh. 

Pondok Pesantren Nurul Kholil Poncogati diperkirakan didirikan pada abad ke-17. Bahkan dalam catatan sejarah yang diungkapkan oleh salah satu pengasuh, Pondok yang terletak di Kecamatan Curahdami, Desa Poncogati tersebut sebagian masih mempertahankan warisan kuno seperti bedug dan musholla yang terbuat dari kayu dan bambu. 

Pondok Pesantren Nurul Kholil disebut-sebut sebagai pesantren tertua di kawasan Tapal Kuda. Pendirinya adalah KH Hasbullah, seorang ulama asal Pamekasan. Beliau diperkirakan mendirikan Ponpes Nurul Kholil pada tahun 1190 Hijriah atau 1769 Masehi. 

Hal tersebut bahkan dibenarkan langsung oleh salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Kholil Poncogati, Mohammad Hizbullah Nur Kholil. Beliau juga mengakui  bahwa dirinya juga merupakan keturunan ke-7 dari pendiri Ponpes Jhegeteh. 

"Saya saja ini sudah merupakan keturunan ke-7 dari pendiri pesantren almarhum Mbah Kiai Hasbullah," Tutur Kiai yang dipanggil mas Bulla tersebut, Selasa (17/05/2022). 

2. Pondok Pesantren Kauman Al-Hasani Al-Lathifi

Pondok Pesantren Kauman Al-Hasani Al-Lathifi merupakan Pondok yang berada di jantung kota tepatnya di Jalan KH. Zainul Arifin 165 kelurahan Kota kulon Kecamatan Bondowoso, tepat di sebelah barat Alun-alun kota Bondowoso. Pesantren ini secara resmi pertama kali di didirikan oleh KHR. Abdul Lathif pada tahun 1842 M atau 1363. 

KHR. Abdul Lathif merupakan putra dari KHM. Djakfar Shodiq alias Raden Djojo kelono bin KH. Muhammad Arif  bin KH. Isyarah  bin KH. Abdurrahman bin Maulana Makhdum Ibrahim at Tubani. Beliau adalah putra ke empat dari lima saudara dari keturunan KHR. Djakfar Shodiq dan putri Kyai Hazbullah. 

KHR. Djakfar Shodiq sendiri berasal dari Batu Ampar Madura. Pada masa mudanya memang senang berkenala hingga sampailah di pelataran Bondowoso, tepatnya di desa Poncogati yang dulunya masih bernama Tamansari. Dan di Poncogati ini, Kiai Djakfar Shodiq memiliki keturunan dari hasil pernikahan dengan putri Kyai Hazbullah sebagai pendiri pertama Pondok Pesantren Nurul Kholil Poncogati. 


Pewarta: Eru

Editor: Ady 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama