ZoyaPatel

HMPS MPI STAI Al Utsmani Gelar Bedah Buku Basic Knowledge for Researchers, Bangun Semangat Riset Mahasiswa

Mumbai

 

Bedah Buku Karya Dani Hermawan Oleh Idhom Kholid dan Zainal Abidin 

BACADOLOE.COM, Bondowoso - Himpunan  Mahasiswa Program Studi (HMPS) MPI STAI Al Utsmani sukses menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk Basic Knowledge for Researchers: A Practical Guide to Choosing Your Path Based on Research Goals karya Dani Hermawan. Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan juga hadir 26 mahasiswa dari program beasiswa LPPD Jawa Timur. Acara berlangsung dengan penuh antusiasme akademik. Sabtu, 16 Mei 2026.

Acara yang dibuka oleh Dr. Ubaidillah, M.Pd.I berharap acara ini menjadi ruang intelektual bagi mahasiswa untuk memahami arah dan esensi penelitian secara lebih mendalam, Kalau mahasiswa serius ingin cerdas, maka kegiatan-kegiatan seperti ini harus didukung agar budaya akademik bisa hadir di kampus ini. Harapannya HMPS MPI harus aktif mengadakan kegiatan..

Hadir pula Idhom Kholiq sebagai Pembanding I dan Zainal Abidin sebagai Pembanding II yang memberikan ulasan kritis terhadap isi buku.

Dalam pemaparannya, buku Basic Knowledge for Researchers dinilai hadir sebagai jawaban atas kebingungan banyak peneliti pemula dalam menentukan metode penelitian. Salah satu poin penting yang dikupas adalah fenomena Methodology First Trap, yakni kesalahan umum ketika mahasiswa menentukan metode penelitian terlebih dahulu sebelum memahami tujuan utama penelitiannya.

Buku tersebut menegaskan bahwa penelitian bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan proses menjawab masalah dengan pendekatan yang tepat. Karena itu, penentuan research goals atau tujuan penelitian harus menjadi fondasi awal sebelum memilih jalur penelitian, baik kualitatif, kuantitatif, mixed method, maupun research and development (R&D).

Dalam sesi bedah buku, peserta juga diajak memahami pemetaan tujuan penelitian. Buku tersebut membagi arah penelitian menjadi beberapa fokus utama, di antaranya menggambarkan dan mengeksplorasi fenomena, mengukur dan menguji hubungan antarvariabel, menjelaskan fenomena sosial, hingga mengevaluasi serta memperbaiki sebuah sistem atau program.

Tidak hanya membahas teknis penelitian, isi buku juga menyinggung fenomena akademik yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah kritik terhadap budaya instan dalam penyusunan skripsi, seperti penggunaan jasa joki, praktik salin-tempel, hingga pemanfaatan teknologi tanpa tanggung jawab akademik.

Namun demikian, buku ini tidak sekadar mengkritik, melainkan menawarkan paradigma baru bahwa “skripsi yang baik adalah skripsi yang cepat selesai, isinya jujur, dan hasilnya bermanfaat.” Mahasiswa didorong untuk rajin membaca buku dan jurnal, aktif melakukan bimbingan, cepat merevisi, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir.

 Suasana diskusi berlangsung hidup ketika para pembanding mengaitkan isi buku dengan realitas mahasiswa saat ini. Menurut mereka, tantangan dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga integritas, kemampuan berpikir kritis, kemampuan adaptasi, dan keterampilan riset yang kuat.

Kegiatan bedah buku ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya budaya akademik yang sehat di lingkungan STAI Al Utsmani. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun penelitian, tetapi juga membangun kesadaran bahwa riset adalah perjalanan intelektual untuk mencari makna, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebagaimana pesan penulis yang dikutip dalam kegiatan tersebut, perjalanan seorang peneliti dimulai dari keberanian untuk terus bertanya, terus mencari, dan tidak pernah berhenti menyalakan rasa ingin tahu. (*)


Ahmedabad