HMPS MPI STAI Al Utsmani Gelar Bedah Buku Basic Knowledge for Researchers, Bangun Semangat Riset Mahasiswa
![]() |
| Bedah Buku Karya Dani Hermawan Oleh Idhom Kholid dan Zainal Abidin |
BACADOLOE.COM, Bondowoso - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) MPI STAI Al
Utsmani sukses menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk Basic Knowledge
for Researchers: A Practical Guide to Choosing Your Path Based on Research
Goals karya Dani Hermawan. Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa Program Studi
Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan juga hadir 26 mahasiswa dari program
beasiswa LPPD Jawa Timur. Acara berlangsung dengan penuh antusiasme akademik.
Acara yang dibuka oleh Dr. Ubaidillah, M.Pd.I berharap acara ini menjadi ruang intelektual bagi mahasiswa untuk memahami arah dan esensi penelitian secara lebih mendalam, Kalau mahasiswa serius ingin cerdas, maka kegiatan-kegiatan seperti ini harus didukung agar budaya akademik bisa hadir di kampus ini. Harapannya HMPS MPI harus aktif mengadakan kegiatan..
Hadir pula Idhom Kholiq sebagai Pembanding I dan Zainal Abidin sebagai Pembanding II yang memberikan ulasan kritis terhadap isi buku.
Dalam pemaparannya, buku Basic
Knowledge for Researchers dinilai hadir sebagai jawaban atas kebingungan banyak
peneliti pemula dalam menentukan metode penelitian. Salah satu poin penting
yang dikupas adalah fenomena Methodology First Trap, yakni kesalahan umum
ketika mahasiswa menentukan metode penelitian terlebih dahulu sebelum memahami
tujuan utama penelitiannya.
Dalam sesi bedah buku, peserta juga diajak memahami pemetaan tujuan penelitian. Buku tersebut membagi arah penelitian menjadi beberapa fokus utama, di antaranya menggambarkan dan mengeksplorasi fenomena, mengukur dan menguji hubungan antarvariabel, menjelaskan fenomena sosial, hingga mengevaluasi serta memperbaiki sebuah sistem atau program.
Tidak hanya membahas teknis
penelitian, isi buku juga menyinggung fenomena akademik yang sering terjadi di
kalangan mahasiswa. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah
kritik terhadap budaya instan dalam penyusunan skripsi, seperti penggunaan jasa
joki, praktik salin-tempel, hingga pemanfaatan teknologi tanpa tanggung jawab
akademik.
Namun demikian, buku ini tidak
sekadar mengkritik, melainkan menawarkan paradigma baru bahwa “skripsi yang
baik adalah skripsi yang cepat selesai, isinya jujur, dan hasilnya bermanfaat.”
Mahasiswa didorong untuk rajin membaca buku dan jurnal, aktif melakukan
bimbingan, cepat merevisi, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai
alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir.
Kegiatan bedah buku ini
diharapkan menjadi langkah awal lahirnya budaya akademik yang sehat di
lingkungan STAI Al Utsmani. Melalui forum seperti ini, mahasiswa tidak hanya
belajar menyusun penelitian, tetapi juga membangun kesadaran bahwa riset adalah
perjalanan intelektual untuk mencari makna, solusi, dan kontribusi nyata bagi
masyarakat.
Sebagaimana pesan penulis yang
dikutip dalam kegiatan tersebut, perjalanan seorang peneliti dimulai dari
keberanian untuk terus bertanya, terus mencari, dan tidak pernah berhenti
menyalakan rasa ingin tahu. (*)

.jpeg)