ZoyaPatel

Seleksi Dosen PGMI STAI Al-Utsmani Uji Kualitas Calon Pendidik Masa Depan

Mumbai

 

Peserta Calon Dosen PGMI STAI Al-Utsmani Bondowoso saat Wawancara dan Micro Teaching

BACADOLOE.COM, Bondowoso – Suasana akademik yang dinamis terlihat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Utsmani Bondowoso saat pelaksanaan seleksi calon dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Dari tujuh peserta yang dijadwalkan mengikuti seleksi, hanya empat kandidat yang hadir dan menunjukkan kesiapan mereka untuk menjadi bagian dari dunia akademik. Senin, (20/04/2026).

Para peserta tampak serius mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan seleksi. Mulai dari uji kompetensi bidang, wawancara, hingga sesi micro teaching, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana yang kondusif namun tetap kompetitif.

Ketua panitia seleksi Bapak Dodik Purnomo menyampaikan bahwa meskipun tiga peserta tidak hadir, proses seleksi tetap berjalan optimal. “Kami tetap melaksanakan seluruh tahapan seleksi dengan standar yang telah ditetapkan. Empat peserta yang hadir menunjukkan kualitas dan kesiapan yang cukup baik,” ujarnya.

Pada sesi micro teaching, para kandidat diuji secara langsung dalam menyampaikan materi pembelajaran layaknya di kelas madrasah ibtidaiyah. Mereka dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran, sesuai dengan karakteristik Program Studi PGMI.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa seleksi ini menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan tersendiri. “Menjadi dosen PGMI bukan hanya soal mengajar, tetapi juga bagaimana membentuk karakter calon guru yang nantinya akan mendidik generasi masa depan,” tuturnya.

Seleksi dosen ini merupakan bagian dari komitmen STAI Al-Utsmani Bondowoso dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Program Studi PGMI sendiri memiliki peran strategis dalam mencetak calon guru madrasah ibtidaiyah yang profesional, berintegritas, serta memiliki landasan keislaman yang kuat.

Pengamat pendidikan menilai bahwa proses seleksi seperti ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang pendidikan Islam. “Dosen adalah kunci utama dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu, seleksi harus dilakukan secara serius dan berstandar tinggi,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya proses seleksi ini, diharapkan STAI Al-Utsmani Bondowoso dapat memperoleh dosen-dosen terbaik yang mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam, sekaligus menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. (*)

Ahmedabad