ZoyaPatel

Perkuat Mutu Pengabdian, STAI Al-Utsmani Gelar Pembekalan DPL KKN 2026 Berbasis PAR

Mumbai

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama Narasumber saat Pembekalan (Foto: Istimewa)

Bondowoso - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Utsmani Bondowoso melaksanakan Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini digelar di Hall Activity Center (HAC) STAI Al-Utsmani Bondowoso. Sabtu, 17/01/2026. 

Pembekalan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN agar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, yakni Bapak Abdul Karim, yang berpengalaman dalam pengembangan KKN berbasis riset partisipatif dan pemberdayaan masyarakat. 

Pembekalan diikuti oleh seluruh dosen yang ditunjuk sebagai DPL KKN STAI Al-Utsmani Tahun 2026. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada pemahaman konsep, strategi pendampingan mahasiswa, serta implementasi KKN berbasis PAR di lapangan. 

Dalam sambutannya, Ketua STAI Al-Utsmani Bondowoso, Dawimatus Sholihah, menegaskan bahwa KKN berbasis PAR harus mampu menghasilkan output dan outcome yang jelas dan terukur.

 “Output KKN tidak cukup hanya berupa laporan kegiatan. Yang lebih penting adalah outcome-nya, yakni perubahan sosial, peningkatan kapasitas masyarakat, dan keberlanjutan program setelah mahasiswa selesai melaksanakan KKN,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa peran Dosen Pembimbing Lapangan sangat strategis dalam memastikan arah KKN tetap berada pada jalur pemberdayaan masyarakat. DPL diharapkan mampu menjadi fasilitator yang mendampingi mahasiswa secara aktif, mulai dari proses pemetaan sosial hingga evaluasi program.

Sementara itu, dalam sesi materi utama, Abdul Karim menjelaskan bahwa Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan pengabdian yang menempatkan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam setiap tahapan kegiatan.

“Dalam PAR, masyarakat bukan objek program, tetapi subjek perubahan. Mahasiswa harus hadir untuk belajar, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat,” jelasnya.

Ia memaparkan tahapan PAR yang meliputi pemetaan sosial, identifikasi masalah berbasis kebutuhan warga, perencanaan aksi partisipatif, pelaksanaan program, serta refleksi bersama sebagai dasar keberlanjutan kegiatan. 

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari para DPL terkait teknis pendampingan mahasiswa, strategi membangun partisipasi masyarakat, hingga penyusunan laporan KKN berbasis PAR yang sistematis dan akademik. 

Melalui pembekalan ini, STAI Al-Utsmani Bondowoso berharap pelaksanaan KKN Tahun 2026 mampu menjadi wahana pembelajaran sosial yang bermakna bagi mahasiswa sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. 

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen STAI Al-Utsmani Bondowoso dalam menguatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan. (*)

Ahmedabad